Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Desember 2011

Lima Makanan Peningkat Kolesterol

Pola makan sehat adalah upaya tingkat pertama melawan kenaikan kolesterol. "Jika Anda mengonsumsi makanan dengan banyak sayur dan buah plus ikan, Anda sudah berada di jalur yang benar untuk menjaga kesehatan kolesterol," ujar Lisa Dorfman, ahli gizi dan juru bicara American Dietetic Association.
Anda harus mengurangi makanan berikut ini:
Produk susu
Lemak jenuh adalah penyumbat pembuluh arteri dan peningkat kadar kolesterol jahat. Makanan seperti es krim dan keju adalah sumber lemak jenuh. Kurangi konsumsi kedua makanan enak ini agar jantung lebih sehat.
Daging olahan
Bacon, sosis, kornet, dan daging olahan lainnya merupakan sumber lemak jenuh penyumbat pembuluh darah Anda. Hindari makanan ini agar kadar kolesterol lebih stabil.
Gorengan
Gorengan lebih buruk dari lemak jenuh sebab mengandung lemak trans. Ini seperti mengarahkan senjata pada diri sendiri," kata Dorfman. Sumber utama lemak trans adalah partially hydrogenated oil, minyak yang digunakan pada sebagian besar restoran siap saji dalam menggoreng makanan. Lemak trans meningkatkan kolesterol secara gila-gilaan dengan meningkatkan kadar LDL atau kolesterol jahat dan menurunkan HDL atau kolesterol baik.
Margarin
Ini juga sumber lemak jenuh peningkat kolesterol jahat. Sebagai gantinya, oleskan minyak zaitun pada roti tawar Anda di pagi hari. Tambahkan juga minyak zaitun pada salad sayuran.
Roti, cake dan cookies
Cake dan cookies merupakan sumber asam lemak trans yang buruk untuk kesehatan jantung. Roti dan cake buatan Anda sendiri juga mengandung lemak jenuh karena margarinnya. Usahakan jangan terlalu sering mengonsumsi makanan jenis ini untuk kesehatan jantung Anda.

Tempe, Sumber Protein dan Penurun Kolesterol

Jangan remehkan tempe. Makanan rakyat ini merupakan sumber gizi yang baik, mudah diserap tubuh dan harganya murah. Berapa banyak sebaiknya kita makan?

Tempe yang dibuat dari kedelai lalu difermentasi memakai jamur Rhizopus oligosporus ini ternyata sudah dikenal berabad-abad lalu, terutama dalam budaya makan masyarakat Jawa. Rujukan pertama mengenai tempe ditemukan pada tahun 1875. Saat ini tempe bahkan sudah mendunia seiring dengan migrasi orang-orang Jawa ke seluruh penjuru.

Khasiat tempe terhadap kesehatan sudah diketahui sejak zaman pendudukan Jepang di Indonesia. Pada saat itu para tawanan perang yang diberi makan tempe terhindar dari disentri dan busung lapar.

Menurut Prof.dr.Made Astawan, guru besar dari Institut Pertanian Bogor, tempe memang mengandung zat antibakteri penyebab diare. Tempe juga berpotensi untuk digunakan melawan radikal bebas untuk menghambat proses pencernaan dan mencegah berbagai penyakit, menurunkan kolesterol hingga mengatasi hipertensi.

Keunggulan lain dari tempe adalah bisa dikonsumsi orang dari segala usia. Menurut dr.Samuel Oetoro, Sp.GK, ahli gizi dari Semanggi Klinik, tempe merupakan sumber protein yang mudah dicerna tubuh.

"Protein dalam tempe sudah dipecah-pecah oleh kapang tempe sehingga protein, lemak dan karbohidratnya menjadi lebih mudah dicerna. Selain itu tempe juga mengandung serat," kata dr.Samuel yang ditemui disebuah acara peluncuran studi gizi nasional di Jakarta.

Kandungan serat dalam tempe cukup tinggi, yaitu sekitar 8-10 pesen. Hal ini berarti dalam setiap 100 gram tempe akan menyumbang sekitar 30 persen dari jumlah serat yang dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari.

Prof.Made dalam bukunya Kandungan Gizi dan Bahan Makanan menyebutkan, penelitian menunjukkan bayi dan balita yang menderita gizi buruk mengalami pertumbuhan berat badan setelah diberikan konsumsi tempe. Balita yang menderita diare juga lebih cepat sembuh dalam waktu singkat.

Konsumsi tempe 150 gram setiap hari selama dua minggu juga terbukti bisa menurunkan kolesterol total.

Mitos dan Fakta Seputar Kolesterol

Kadar kolesterol jahat yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner dan stroke. Upaya pengendalian kadar kolesterol seharusnya diimbangi dengan informasi yang tepat. Apa saja mitos dan fakta yang harus diketahui seputar penurunan kolesterol?

Mitos: Cek kolesterol dimulai sejak usia 40 tahun

Fakta: Bila dalam keluarga ada riwayat penyakit jantung, serangan jantung, atau stroke, skrining kesehatan dasar seharusnya dilakukan sejak usia 20 tahun. Pemeriksaan yang harus dilakukan meliputi kadar kolesterol, trigliserida, serta tekanan darah. Bila diketahui sejak dini maka upaya pencegahan bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup.

Mitos: Anak-anak tidak mungkin kolesterol tinggi

Fakta: Semua orang di berbagai usia bisa memiliki kolesterol tinggi. Seperti halnya orang dewasa, anak-anak yang kurang olahraga, kegemukan, serta banyak mengonsumsi lemak jenuh juga bisa menderita kolesterol tinggi. Bila anak memiliki riwayat penyakit kardiovaskular di keluarga, besar kemungkinan ia juga menderita penyakit jantung sat dewasa.

Mitos: Yang penting adalah angka kolesterol total

Fakta: Angka kolesterol total yang harus dicapai adalah kurang dari 200 mg/dl, namun setiap komponen di dalamnya (HDL, LDL, dan trigliserida) juga harus normal. Misalnya jika kadar kolesterol total Anda kurang dari 200 mg/dl namun angka HDL (kolesterol baik) sangat rendah, itu berarti kemampuan tubuh untuk melawan kolesterol jahat juga rendah.

Mitos: Orang kurus pasti kolesterolnya rendah

Fakta: Berbadan kurus bukan jaminan Anda terbebas dari kolesterol tinggi. Faktor genetik, pola makan yang buruk, dan kurang olahraga, merupakan komponen utama koleterol tinggi.

Mitos: Untuk menurunkan kolesterol semua lemak harus dihindari

Fakta: Tidak semua lemak sama. Lemak jenuh (seperti mentega dan lemak daging), lemak trans (seperti ditemukan pada makanan cepat saji), memang harus dibatasi seminimal mungkin. Tetapi lemak tak jenuh seperti dalam ikan, kacang-kacangan, dan minyak zaitun justru akan menurunkan kolesterol. Minyak jenis ini bisa dikonsumsi untuk menggantikan lemak lainnya.

Mitos: Kolesterol selalu buruk

Fakta: Kolesterol sebenarnya adalah blok pembangun yang dibutuhkan tubuh untuk membuat membran sel dan hormon. Tubuh membuat kolesterol sendiri, namun makanan yang mengandung kolesterol yang kita asup akan meningkatkan kadarnya.

Mitos: Gula tidak meningkatkan kolesterol

Fakta: Gula akan membuat kadar trigliserida meningkat, sehingga sebaiknya konsumsi gula dibatasi.

Mitos: Kolesterol tinggi menimbulkan gejala

Fakta: Sama sekali tidak. Konsekuensi kolesterol tinggi bersifat jangka panjang. Plak yang ditemukan di pembuluh darah saat Anda berusia 50 atau 60 tahun sudah dimulai pembentukannya saat Anda berusia 20 tahun. Untuk mengetahuinya, lakukan cek kolesterol secara berkala.

Tips Menurunkan Kolesterol Tanpa Obat

Obat penurun kolesterol menjadi tumpuan bagi sebagian orang yang malas menurunkan kolesterol dengan pendekatan konservatif seperti perubahan gaya hidup.

Menurut penelitian sekitar 25 persen orang dewasa berusia di atas 45 tahun mengonsumsi obat penurun kolesterol golongan statin. Padahal, obat antikolesterol memiliki sejumlah efek samping, terutama berpengaruh pada penurunan gairah seksual.

Dalam studi terbaru yang dimuat dalam Journal of the American Medical Association, dibuktikan bahwa perubahan pola makan saja sudah cukup efektif untuk menurunkan kolesterol, terutama jika Anda tidak memiliki faktor risiko penyakit jantung lainnya. Dalam penelitian ini para peneliti mengikuti 345 orang dengan nilai kolesterol tinggi. Mereka diminta menjalani dua bagian pola makan rendah kolesterol selama 6 bulan.

Pada bagian pertama pola makan yang harus dilakoni adalah rendah asam lemak jenuh. Para partisipan diminta mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah serta memilih susu rendah lemak.

Di kelompok kedua mereka diberi edukasi oleh ahli gizi untuk lebih mengonsumsi makanan penurun kolesterol seperti protein kedelai, kacang-kacangan, serta oat. Hasilnya, kelompok ini mengalami penurunan kolesterol tiga kali lebih tinggi dibandingkan kelompok yang menjalani pola makan rendah lemak jenuh. Meski begitu kedua kelompok ini berhasil menurunkan kolesterol seperti orang yang mengonsumsi obat antikolesterol.

Berikut ini beberapa cara mengurangi kolesterol yang bisa diaplikasikan dalam pola makan sehari-hari.

Sarapan
Untuk sarapan, kelompok pertama mengonsumsi sereal rendah lemak, sementara kelompok kedua mengonsumsi sereal oat dengan selai stroberi.

Camilan pagi
Untuk mengganjal rasa lapar menjelang makan siang, konsumsi buah-buahan segar seperti semangka, anggur, aprikot, atau pepaya. Boleh juga ditambah segenggam kacang almond atau susu kedelai. Bila bosan, campur semua bahan-bahan tadi lalu diblender menjadi smoothie.

Makan siang
Kedua kelompok mengonsumsi roti lapis yang terbuat dari roti serelia utuh. Sampurkan dengan daun selada, tomat, dan potongan tahu serta mentimun. Sebagai variasi, Anda boleh juga mengonsumsi pecel atau gado-gado tanpa nasi.

Camilan siang
Bawalah selalu buah-buahan segar, seperti pisang atau pepaya. Tambahkan oatmeal atau yogurt. Hindari cake dan kue kering lainnya.

Makan malam
Pilihan sehat untuk makan malam adalah pasta. Sumber protein yang disarankan adalah tahu, tempe, serta ikan.

Senam Untuk Bokong yang Indah

Memiliki bokong indah dan kencang merupakan impian semua perempuan. Selain sebagai aset utama para perempuan, otot bokong juga sangat bermanfaat sebagai penyeimbang tubuh dan sebagai tenaga penggerak atau pendorong tubuh ke depan atau ke belakang. Otot tersebut juga diperlukan untuk menggerakkan kaki ke samping atau memutar.Otot-otot bokong sangat penting untuk banyak aktivitas badan kita.


Yang anda lakukan adalah menguatkan dan kencangkan ototnya dengan latihan ringan agar terlihat lebih indah.


Gerakan squat dapat menguatkan otot gluteus maksimus. Berdirilah dengan kedua kaki dan sedikit terbuka lebih lebar dari bahu. Tempatkan kedua tangan pada pinggul, kepala tegak dan buat lengkung pinggang yang normal serta jari agak menunjuk ke luar. Bengkokkan kedua kedua lutut secara perlahan sampai kedua paha sejajar dengan lantai. Lalu condongkan badan bagian atas ke depan saat akan menurunkan badan. Usahakan kedua lutut tetap berada satu garis dengan jari-jari kaki. Kontraksikan otot-otot bokong secara perlahan saat menaikkan badan kembali ke posisi awal.


Untuk menguatkan otot-otot gluteus maksimus (otot bokong yang besar), angkatlah kaki lalu turunkan ke lantai dan lakukan posisi merangkak dengan bertumpu pada kedua tangan serta lutut. Kontraksikan otot-otot bokong, lalu secara perlahan-lahan gerakkan kaki kanan ke belakang dengan lutut tetap dibengkokkan dan kaki dalam keadaan fleks. Doronglah tumit ke atas sampai paha setinggi pinggul, sekitar 45 cm dari lantai. Lalu, secara perlahan-lahan kembali posisi awal. Lakukan untuk kaki yang satunya.


Melakukan gerakan kaki ke samping dapat menguatkan otot boong yang sedang dan kecil. Tidurlah pada sisi kiri dengan kaki kiri dibengkokkan sedangkan kaki kanan diluruskan. Sanggahlah kepala anda dengan tangan dan siku kiri. Tempatkan tangan kanan di pinggul. Kontraksikan otot-otot bokong tetapi jangan anda membengkokkan lutut. Secara perlahan-lahan naikkan kaki kanan sekitar 50 cm dari lantai, kemudian kembali ke posisi awal. Ulangi gerakan ini dengan sisi tubuh yang kanan.

Internet Dapat Mencegah Pikun

Ini adalah berita gembira bagi para netters dan bloggers pada umumnya sekaligus bagi para lanjut usia ( lansia ) khususnya.

Karena dengan mengakses internet, kita tidak hanya dapat mengetahui informasi tetapi dengan surfing di dunia maya ini, dapat membantu untuk memperbaiki dan melatih fungsi otak.

Dan ini, khususnya bagi lansia, dapat mencegah pikun (dementia) yang seringkali mengancam orang lanjut usia, karena dengan mengakses internet berarti kita sudah melakukan atau melibatkan otak dalam sebuah aktivitas yang cukup rumit sehingga fungsi otak tetap dapat dipertahankan.

Dengan surfing di internet, ibaratnya kita seperti membaca sebuah buku, sehingga bagian otak yang berfungsi untuk pengendalian bahasa, pengendalian daya ingat dan daya visual akan ikut bekerja, bahkan menambahkan aktivitas tambahan bagi otak yaitu untuk pengendalian keputusan dan pertimbangan.

Ini yang membedakannya dengan membaca, karena bila kita surfing di internet maka kita akan dihadapkan dengan berbagai macam pilihan informasi yang harus kita pilih atau kita klik, dengan adanya keputusan yang harus dibuat inilah aktivitas bagian otak untuk pembuatan keputusan dan pertimbangan akan terus diasah.

Nah, bila lansia sering2 mencari informasi di internet akan menghambat sejumlah proses penuaan pada otak seperti pengurangan atau penciutan aktivitas sel otak dan akan membuat orang tua ini tetap segar ingatannya.

Ada juga beberapa kegiatan lain yang disinyalir dapat juga mencegah dementia/pikun yaitu bermain puzzle, bermain musik, main catur dan juga harus dibantu dengan menjaga makanan dengan gizi yang seimbang dan tidak lupa pula dengan olah raga yang teratur.

Dua Pria Ditangkap Atas Percobaan Pembunuhan Justin Bieber

New York City - Dua pria yang diduga kuat hendak mengebiri serta melakukan percobaan pembunuhan terhadap bintang pop fenomenal Justin B...